Mobil Eropa Kian Genjar Serbu Pasar Indonesia

Mobil Eropa Kian Genjar Serbu Pasar Indonesia

Maserati Andalkan Entry Level Quattroporte

Meski kondisi ekonomi Nasional tengah lesu saat ini, tapi beberapa agen pemegang merek mobil premium tak ingin tinggal diam. Tapi tetap menghadirkan produk terkini. Seperti PT Auto Trisula Indonesia, selaku APM Maserati di Indonesia menghadirkan varian entry level Maserati Quattroporte. Kehadiran model ini untuk melengkapi lini Quattroporte yang sebelumnya sudah dihuni Quattroporte S dan Quattroporte GTS.

Meski hadir belakangan, Quattroporte didukung mesin baru V6 twinturbo berkapasitas 2.979 cc. Tenaganya diklaim mencapai 330 dk dengan torsi maksimum mencapai 500 Nm. Namun sayang, kehadiran mobil ini ditengarai salah waktu karena masuk di saat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang peraturan mengenai bea masuk kendaraan impor disahkan. Artinya mobil baru inipun harus mengalami penyesuaian harga. “Untuk transaksi pembelian, termasuk Maserati Quattroporte, melewati Agustus sudah memakai harga baru.

Ada kenaikan harga lebih dari 10 persen,” ujar Ismail Ashlan, PR Manager PT ATI. Untungnya, Maserati Quattroporte merupakan produk andalan Maserati. Ia memiliki catatan penjualan yang lebih baik dibandingkan Maserati Ghibli, Grand Tourismo, dan Grand Cabrio. “Saat ini Masertai Quattroporte merupakan model kami yang paling laris. Stok model ini lebih banyak, sehingga mulai pemesanan hingga delivery bisa lebih cepat sekitar 2 minggu,” tegas Ismail.

McLaren 570S Yang Menggoda

Melihat potensi besar pasar supercar di Indonesia, McLaren Jakarta kian gencar melakukan penetrasi pasar. Setelah sebelumnya sukses dengan 12C, 670 dan P1(hadir dengan jumlah sangat terbatas layaknya collector item, brand asal Inggris itu tak lama lagi akan merilis 570S di Indonesia. Angka 570 dalam nomenklatur McLaren 570S merujuk pada jumlah tenaga mesin yang ia miliki.

Artinya dengan tenaga monster sebesar 570 dk, 570S merupakan McLaren dengan tenaga “terkecil” saat ini. Dibanderol AS$ 530.000 o? the road, 570S adalah model entry level bagi para konsumen McLaren di Indonesia. McLaren mengkoneksikan kehadiran 570S sebagai Black Swan Moment. Dalam terminologi Mclaren, Black Swan Moment merupakan kemampuan atau cara unik McLaren melihat suatu hal dengan cara berbeda.

Dalam kasus 570S, tak terbantahkan 570S merupakan McLaren sejati. Sebuah brand yang punya sejarah panjang dan kesuksesan di dunia motorsport, termasuk di Formula 1. Terlihat dari format mid-engine 3.799 cc V8 twin turbo yang melecutkan 570 dk dan torsi 600 Nm. Model ini pun dirancang dengan sangat intens untuk menjadi supercar yang lebih ringan, canggih, bertenaga, dan kencang dibanding rival lain di kelasnya.

Klaimnya, 0­100 km/jam tuntas dalam 3,2 detik dan top speed mencapai 328 km/jam. Namun McLaren menyebutkan, 570S juga dirancang untuk nyaman dalam penggunaan sehari­hari. “Ia lebih nyaman dan praktis. Bahkan untuk pemakaian seharihari,” ucap Joerg Kelling, CEO McLaren Jakarta saat preview McLaren 570S di Jakarta (12/8). Bahkan bukaan pintu yang membuka ke atas itu dirancang lebih tinggi demi akses yang lebih luas. Meski sudah bisa dipesan sekarang, McLaren Jakarta menyebutkan pelanggan baru bisa menerima mobilnya pada kuartal pertama 2016 nanti.

Pergerakan Antara Toyota dan Daihatsu

Pergerakan Antara Toyota dan Daihatsu

Strategi Toyota Avanza Semakin Agresif

Setelah dinantikan cukup lama, PT Toyota Astra Motor (PT TAM) akhirnya meluncurkan Avanza terbaru. Diberi nama Grand New Toyota Avanza dan Grand New Toyota Veloz, terdapat perbedaan pada Grand New Toyota Avanza dibanding model sebelumnya. Jika sebelumnya Veloz hanya tersedia dalam pilihan 1.500 cc, kini tersedia pula dengan pilihan mesin 1.300 cc. Keduanya menggunakan mesin baru 1NR-VE 1.329 cc 96,5 dk dan 2NRVE 1.496 cc 104 dk dengan teknologi dual VVT-i dan drive-by-wire. Selain mesin, ubahan baik di eksterior, interior, suspensi dan peredaman kabin juga dilakukan. Terdapat perbedaan tampilan eksterior antara Avanza dan Veloz.

Avanza tampil menawan berkat penggunaan desain gril dan bumper ala trapezoidal. Tapi tampak lebih agresif dibanding model sebelumnya. Sedangkan Avanza Veloz lebih berani dengan desain X-Shape seperti digunakan beberapa produk Lexus. Keduanya juga menggunakan desain kap mesin dan lampu yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Khusus untuk Veloz 1.5, sudah mengusung lampu jenis proyektor. “Dengan berbagai ubahan ini, kami optimis Avanza dan Veloz tetap bisa menjadi pilihan dan memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia,” tutup Suparno Djasmin, Wakil Presiden Direktur PT TAM.

Strategi Daihatsu Xenia Pun Bersolek

Seperti halnya Avanza, Daihatsu Xenia pun bersolek. Beberapa perubahan pun diterapkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku agen pemegang merek (APM) Daihatsu, untuk menyegarkan Xenia. Yang menjadi highlight dalam perubahannya ini, Xenia lebih stylish, e­ sien, bertenaga dan nyaman. Pada peluncuran di Jakarta (12/8), Xenia hadir dengan 11 varian demi memberi banyak opsi bagi konsumen. “Kami meyakini Great New Xenia mampu meneruskan keberhasilan versi sebelumnya,” ungkap Sudirman MR, Presiden Direktur PT ADM.

Perubahan Xenia ini mencakup eksterior, interior, mesin dan ­ tur. Terlihat sekali perubahannya pada bagian depan. Xenia kini memiliki gril besar lengkap dengan bilah aksen krom, penggunaan headlamp baru dan lampu DRL. Namun sayangnya, perubahan besar tidak kami temukan pada tampilan belakang, karena hanya mengubah tampilan lampu belakang yang di tambah lens extender stoplamp dan garnis berlapis krom.

Pada interior, Xenia membawa aura dari Terios yang terlihat dari desain dasbor. Tapi kini pelipatan bangku baris kedua dan ketiga menjadi 50:50. Kami pun memberikan apresiasi untuk urusan ­fitur di Xenia. Meski tidak banyak, Xenia sudah melakukan improvement ke arah yang lebih baik. Kini Xenia dilengkapi dengan corner sensor di bagian depan dan jam protection pada kaca pengemudi. Perilaku berkendara juga turut menjadi sorotan Daihatsu.

Xenia juga menyediakan Eco indicator dan sensor pada pegal gas yang terhubung dengan ECU, untuk mengatur konsumsi BBM lebih irit. Yang menarik perhatian ialah penggunaan mesin berkode 1NR-VE berteknologi Dual-VVTi. Mesin milik Toyota tersebut memiliki kapasitas mesin 1.329 cc dengan tenaga 97 dk. Namun untuk versi 1.000 cc 3- silinder, Xenia masih mengandalkan mesin pendahulunya berkode EJ-FE.