Berani Tidur Sendiri Bagian 2

? Anak butuh ruang sendiri untuk menyimpan semua barangnya. Saat merasa kamar tak cukup lagi menampung semua pakaian, mainan, dan buku anak, boleh jadi itu saat yang tepat untuk mulai berpisah kamar. Semakin besar anak, semakin besar pula kebutuhan privasinya. Usia empat tahun mungkin belum terasa, tetapi memperkenalkan “ini milikku, ini milikmu” pada anak akan membuatnya belajar menghargai barang dan privasi orang lain, dimulai dengan menempatkan seluruh barang miliknya pada satu kamar.

? Mama Papa membutuhkan privasi lebih untuk waktu bersama. Kehadiran anak sudah pasti berpengaruh pada hubungan suami istri. Saat Mama Papa sulit menemukan waktu yang pas untuk bersama, boleh jadi berpisah kamar dengan si kecil adalah salah satu solusinya.

? Ketika si kecil akan menjadi kakak. Kelahiran anak kedua dapat mendorong Mama Papa untuk meminta si kakak tidur sendiri. Katakan bahwa ia sudah menjadi kakak, maka sudah waktunya untuk bisa latihan tidur sendiri di kamar yang berbeda. Namun demikian, kita harus cermat betul kapan waktu yang tepat melakukan perubah an tersebut. Ada baiknya kita pastikan ia betulbetul sudah bisa menerima kehadiran adiknya lebih dulu, dengan tetap memperoleh perhatian penuh dari ayah dan ibunya. Baru secara bertahap meng ajarkan untuk tidur terpisah.

KONSISTEN SETELAH PISAH KAMAR

Paling utama dalam kesuksesan si prasekolah berhasil tidur di kamar sendiri adalah konsistensi Mama Papa dalam mene rap kan aturan baru itu. Konsisten berarti ketika si prasekolah terbangun tengah malam dan mendatangi kamar orangtua, setelah ditenangkan, ajak anak kembali ke kamar tidurnya. Seia sekata dengan pasangan juga menjadi bagian dari konsistensi tadi. Jangan sampai anak bisa menemukan “celah” saat pasangan tidak tega melihatnya menangis dan mengajaknya tidur bersama.

Terakhir, sering-seringlah mengekspresikan rasa sayang pada anak, dengan memeluk dan mencium anak kapan pun. Pindah ke kamar sendiri bukan berarti anak harus berpisah dengan ayah ibunya, bukan juga memisahkan anak dari kenyamanan yang selama ini ada. Namun, tidur sendiri membantu anak “naik kelas” ke tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Kebanggaan atas prestasi inilah yang perlu dirasakan anak, sehingga rasa percaya dirinya tumbuh.