Alibaba Bantu Indonesia Ekspor Produk

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengatasi defisit transaksi berjalan yang belakangan terus melebar. Strategi menggenjot ekspor produk Indonesia menjadi salah satu fokus pembahasan para menteri dalam pertemuan dengan Jack Ma, bos raksasa e-commerce Alibaba.

Menteri Telekomunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan kedatangan Jack Ma tak hanya untuk menghadiri penutupan Asian Games 2018. Pertemuan dua hari terakhir juga membicarakan upaya mengoptimalkan peran e-commerce untuk memperkuat perdagangan. Menurut Rudiantara, Jack Ma sepakat membuka keran ekspor produk Indonesia ke luar negeri lewat jaringan bisnisnya. “Jadi nanti produk Indonesia bisa ke Cina dan negara-negara lain,” kata Rudiantara setelah bertemu Jack Ma di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, kemarin.

Pertemuan kemarin merupakan tindak lanjut setelah Ma bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Sabtu Lalu. Selain Rudiantara, pembahasan lanjutan ini juga diikuti Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Selain sebagai pendiri Alibaba jaringan perdagangan online dengan valuasi pasar senilai US$ 542 miliar Ma ditunjuk sebagai penasihat e-commerce Indonesia sejak 2017. Saran Ma dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang dimiliki Alibaba diharapkan bisa membantu ekonomi digital Tanah Air.

Alibaba Group kini berkembang tak sebatas penyedia situs jual-beli via Internet, tapi juga merambah ke finansial teknologi, rantai logistik, manajemen sumber daya manusia, hingga inovasi berbasis komputasi awan dan artificial intelligence. Sebagai orang terkaya nomor 20 di dunia, Ma secara tak langsung terafiliasi dengan beberapa e-commerce besar di Indonesia, seperti Tokopedia dan Lazada.

Pada sistem pembayaran, Alibaba telah memiliki jaringan di dalam negeri melalui Dana yang didirikan secara patungan dengan Emtek Group. Jack Ma menyatakan akan membantu ekspor produk Indonesia. Bukan tidak mungkin, kata dia, pemasaran produk dalam negeri bisa dilakukan ketika perayaan “hari jomblo” di Cina, November nanti.

Sejak beberapa tahun terakhir, Alibaba berinisiatif menggelar pesta diskon besar-besaran bagi para bujang di Cina setiap 11 November. Kegiatan tersebut kini berkembang hingga ke luar negeri, termasuk di Asia Tenggara. “Banyak hal positif yang perlu dibahas di pertemuan selanjutnya, yang pasti pertemuan tadi sangat produktif,” kata Ma. Walau begitu, Ma menilai pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan terlebih dulu inklusi finansial yang lebih dalam. Begitu juga akses Internet yang memadai di pelosok negeri.

Memasarkan produk usaha kecil dan menengah (UKM) potensial di Indonesia secara merata, kata dia, bisa mempercepat industrialisasi di dalam negeri. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution sependapat soal perluasan akses pasar bagi UKM.