Kalau menyebut nama kota, semua orang pasti tahu investasi properti yang bakal cepat mendatangkan keuntungan adalah di Jakarta dan wilayah penyangganya. Posisi sebagai ibukota negara, pusat aktivitas politik dan pemerintah, serta ekonomi dan bisnis, membuat Jakarta menjadi daerah favorit untuk investasi properti, termasuk wilayah sekitar, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Baca juga : Jual Genset Bali

Hanya, seperti layaknya kota favorit, peta persaingan properti di Jakarta semakin sesak. Sementara, harga tanah dan bangunannya sudah kelewat mahal alias kurang layak secara investasi lagi. Padahal, salah satu kelayakan investasi properti adalah harganya yang masih bisa terus tumbuh cukup signifikan.

Harga yang kelewat mahal juga menjadikan pasarnya makin sempit. Karena itu, tidak ada salahnya melirik wilayah lain di luar Jabodetabek. Berikut rangkuman liputan properti reporter dan kontributor dari Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Untuk mengejar ketertinggalannya di banding kota di sekitarnya, pembangunan properti perumahan di Semarang, kini digenjot dengan cepat. Pertumbuhan kota Semarang mungkin tidak sepesat dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia. Namun, jika dilihat bisnis properti di kota Atlas ini, pertumbuhan yang terjadi cukup pesat. Menurut Pantjaraning Tyas Putranto, Ketua DPD APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman) Jateng, pertumbuhan properti di Jawa Tengah, khususnya Semarang pada tahun 2014 diperkirakan akan mengalami kenaikan 10-15 persen dibandingkan tahun 2013.

Kota Semarang, khususnya Semarang atas masih menjadi favorit pengembang membangun hunian tapak. Ini karena lokasinya aman dari banjir dan masih asri. Untuk Semarang daerah bawah, pertumbuhan mengarah ke vertikal, dengan dibangunnya berbagai apartemen baru. Selain kota Semarang, kawasan yang tumbuh pesat terdapat di perbatasan Mijen dengan Boja, Kendal, Semarang Selatan dengan Ungaran, Semarang Timur dengan Demak, Solo, dan lainnya.

Ini karena kawasan yang dekat dengan pusat kota Semarang memang telah penuh, sehingga harga yang ditawarkan pun relatif lebih tinggi dari kawasan yang berada di perbatasan. Di kawasan-kawasan perbatasan tersebut kini banyak dijumpai rumah kelas menengah ke atas dengan harga mulai dari Rp300 juta per unit. Tak hanya kelas menengah, beberapa pengembang yang tergabung dalam asosiasi pengembang APERSI, kini sedang menggarap beberapa perumahan sederhana bagi PNS di kota Salatiga (745 unit), Magelang, dan Wonogiri.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *