Depok Ingin Berlakukan Ganjil-Genap di Akhir Pekan Bagian 3

“Kami tidak mungkin menambah kapasitas jalan, sedangkan volume kendaraan selalu meningkat. Jadi perlu ada rekayasa lalu lintas,” tuturnya. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabotabek (BPTJ) Bambang Prihartono menyatakan telah diajak berkoordinasi oleh Dinas Perhubungan Kota Depok mengenai kemungkinan penerapan ganjilgenap di Jalan Margonda Raya.

BPTJ, menurut dia, belum bisa memastikan kapan uji coba akan dilakukan karena ada beberapa tahap yang harus dilakukan lebih dulu. “Tunggu hasil kajian dari oleh Dishub Kota Depok,” ucap Bambang. Bambang tak menyinggung kemungkinan rekayasa lalu lintas yang lain, seperti pembatasan sepeda motor di Margonda Raya. Sebelumnya, pada Agustus 2017, dia mengatakan, dampak ekonomi dari pembatasan sepeda motor di Jabodetabek cukup signifikan.

Menurut kajian akademis, penurunan biaya transportasi akibat pembatasan tersebut mencapai triliunan rupiah. Efek itu belum termasuk penurunan jumlah kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas. Itu sebabnya, bakal dikaji pelaksanaan pembatasan sepeda motor di Jalan Margonda Raya. “Kami sudah ada kajian secara akademisnya,” ujar Bambang kala itu.

Depok Ingin Berlakukan Ganjil-Genap di Akhir Pekan Bagian 2

Sedangkan pada akhir pekan, sejak pukul 10.00 jalan sudah padat oleh kendaraan, terutama di sekitar pusat-pusat belanja. Menurut Dadang, berdasarkan hasil evaluasi, kemacetan lalu lintas utama di Depok terjadi pada saat akhir pekan. Tepatnya pada pekan pertama dan keempat tiap bulan dengan titik kemacetan di tempat belanja dan kuliner. “Paling ramai itu di hari-hari (setelah) gajian biasanya.”

Jalan Margonda Raya, Dadang menyebutkan, menjadi pusat belanja dan kuliner Kota Depok sehingga kawasan itu selalu ramai pada akhir pekan. Dinas Perhubungan segera memulai mengkaji dan menggelar focus group discussion (FGD) dengan para ahli dan pengampu kepentingan. Beberapa tahapan akan dilakukan sebelum menerapkan kebijakan tersebut, antara lain sosialisasi dan uji coba. Dadang menilai sistem ganjil-genap menjadi solusi efektif untuk mengatasi kemacetan di Depok pada akhir pekan.

Depok Ingin Berlakukan Ganjil-Genap di Akhir Pekan

Kemacetan arus lalu lintas menjadi pemandangan biasa saat jam sibuk, bahkan pada akhir pekan, di beberapa ruas jalan di Kota Depok, Jawa Barat, termasuk akses utama, yaitu Jalan Margonda Raya. Pemerintah Kota Depok pun berencana melakukan pembatasan kendaraan dengan menerapkan sistem pelat nomor polisi ganjil-genap seperti di DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan penerapan aturan ganjil-genap di titik-titik kemacetan, seperti Jalan Margonda Raya, sedang dikaji. Menurut dia, Wali Kota Depok Mohammad Idris pun sudah menyampaikan ada beberapa kebijakan yang dikaji untuk dilaksanakan.

“(Misalnya) akan ada ganjil-genap di hari libur Sabtu dan Minggu,” kata Dadang kepada Tempo, kemarin. Berdasarkan pantauan Tempo di Jalan Margonda Raya, pada hari kerja, mulai pukul 11.00 sampai 15.00, arus lalu lintas lengang.

Semarang Dan Sekitarnya Pesat Di Semarang Timur

Kalau menyebut nama kota, semua orang pasti tahu investasi properti yang bakal cepat mendatangkan keuntungan adalah di Jakarta dan wilayah penyangganya. Posisi sebagai ibukota negara, pusat aktivitas politik dan pemerintah, serta ekonomi dan bisnis, membuat Jakarta menjadi daerah favorit untuk investasi properti, termasuk wilayah sekitar, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Baca juga : Jual Genset Bali

Hanya, seperti layaknya kota favorit, peta persaingan properti di Jakarta semakin sesak. Sementara, harga tanah dan bangunannya sudah kelewat mahal alias kurang layak secara investasi lagi. Padahal, salah satu kelayakan investasi properti adalah harganya yang masih bisa terus tumbuh cukup signifikan.

Harga yang kelewat mahal juga menjadikan pasarnya makin sempit. Karena itu, tidak ada salahnya melirik wilayah lain di luar Jabodetabek. Berikut rangkuman liputan properti reporter dan kontributor dari Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Untuk mengejar ketertinggalannya di banding kota di sekitarnya, pembangunan properti perumahan di Semarang, kini digenjot dengan cepat. Pertumbuhan kota Semarang mungkin tidak sepesat dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia. Namun, jika dilihat bisnis properti di kota Atlas ini, pertumbuhan yang terjadi cukup pesat. Menurut Pantjaraning Tyas Putranto, Ketua DPD APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman) Jateng, pertumbuhan properti di Jawa Tengah, khususnya Semarang pada tahun 2014 diperkirakan akan mengalami kenaikan 10-15 persen dibandingkan tahun 2013.

Kota Semarang, khususnya Semarang atas masih menjadi favorit pengembang membangun hunian tapak. Ini karena lokasinya aman dari banjir dan masih asri. Untuk Semarang daerah bawah, pertumbuhan mengarah ke vertikal, dengan dibangunnya berbagai apartemen baru. Selain kota Semarang, kawasan yang tumbuh pesat terdapat di perbatasan Mijen dengan Boja, Kendal, Semarang Selatan dengan Ungaran, Semarang Timur dengan Demak, Solo, dan lainnya.

Ini karena kawasan yang dekat dengan pusat kota Semarang memang telah penuh, sehingga harga yang ditawarkan pun relatif lebih tinggi dari kawasan yang berada di perbatasan. Di kawasan-kawasan perbatasan tersebut kini banyak dijumpai rumah kelas menengah ke atas dengan harga mulai dari Rp300 juta per unit. Tak hanya kelas menengah, beberapa pengembang yang tergabung dalam asosiasi pengembang APERSI, kini sedang menggarap beberapa perumahan sederhana bagi PNS di kota Salatiga (745 unit), Magelang, dan Wonogiri.

Perumahan di Kota Bogor yang Layak Diburu yang Dilengkapi Genset Surabaya

Perumahan di Kota Bogor yang Layak Diburu yang Dilengkapi Genset Surabaya. Harga genset murah bisa dipesan melalui Distributor Jual Genset Surabaya yang memberikan garansi resmi dan potongan harga yang dapat dinegosiasikan.

Kiara Residence

Pengembang: PT Bumi Upaya Griya Alamat: Jalan Soleh Iskandar (Jalan Baru) Semplak. Transportasi: Stasiun KA terdekat Cilebut (±1km) Terminal Bubulak (±2km), Baranang Siang (±3km) Akses menuju KA dan terminal: Angkutan umum, ojek. Fasilitas: Play group dan TK, kolam renang, pusat jajanan. Tipe dan harga: Tipe 36 berkisar antara Rp372 juta- Rp489 juta. Sedangkan untuk tipe 49 ke atas di kisaran Rp542 juta Rp682 juta.

Villa Bogor Indah

Pengembang: PT Semangat Panca Bersaudara Alamat: Jl. Raya Bogor Transportasi: Stasiun KA terdekat: Cilebut (±1km), Bojong (±1.5km) Akses menuju KA: Angkutan umum, ojek. Fasilitas: Area pertokoan, kolam renang, taman bermain Tipe dan harga: Tipe 40-53 dengan tanah 78m²-90m² berkisar antara Rp370 juta-Rp439 juta. Sedangkan untuk tipe 45 berkisar Rp526 juta-Rp848 juta.

Cilebut Residence

Pengembang: PT Mitra Selaras Sejati Alamat: Jl. Raya Cilebut, Bogor 16710 Transportasi: Stasiun KA terdekat: Cilebut (200m) Akses menuju KA: Jalan kaki, angkutan umum, ojek. Fasilitas: Taman Tipe dan harga: Tipe 45 berkisar Rp422 jutaan. Sedangkan tipe 65 antara Rp587 juta-Rp688 juta.

Intiland Residence

Pengembang: PT Kembar Intiland Alamat: Jl. Raya Cilebut km1-Bogor Transportasi: Stasiun KA terdekat: Cilebut (500m) Akses menuju KA: Jalan kaki, angkutan umum, ojek. Fasilitas: Kampus BSI, area pertokoan Tipe dan harga: Tipe 36 berkisar Rp333 juta-Rp383 juta. Sedangkan tipe 45 antara Rp526 juta-Rp848 juta.

Perumahan Daerah Depok yang Layak Diburu

D’Marco Diamond

Pengembang: Diamond Group. Alamat: Jalan Raya Bogor KM 39 No. 30A. Transportasi: Ke pintu tol Cijago 1,5km, ke Terminal Depok ±2km, ke Stasiun Depok 3km. Fasilitas: Taman. Tipe dan harga: Untuk tipe 36/75m² berkisar Rp416 juta, dan tipe 47/ 81m² Rp467 juta.

Bella Casa

Pengembang: PT Karunia Sarana Binangun. Alamat: Jl. Tole Iskandar No. 1, Depok. Transportasi: Ke tol Jagorawi-Cinere 1,5km, stasiun Depok Baru ±2km, ke terminal Depok ±2km. Fasilitas: Taman, masjid. Tipe dan harga: Tipe 36/72 Rp486 juta.

Puri Depok Mas

Pengembang: PT Perdana satya Bhakti. Alamat: Jalan Raya Sawangan Blok C No.1. Transportasi: Ke Stasiun Depok Lama ± 1km, ke Stasiun Depok Baru ± 2km. Fasilitas: Lapangan tennis, bulu tangkis, basket; TK, masjid, jogging track, trade centre. Tipe dan harga: Untuk tipe 36/72 adalah Rp449 juta.

Permata Green Cinere

Pengembang: PT Bangun Citra Permata Prima. Alamat: Jalan Raya Cinere. Transportasi: Ke tol Cinere (jika sudah jadi) ± 1km. Fasilitas: Taman, pertokoan (ruko). Tipe dan harga: Tipe 38/84m² Rp420 juta- Rp458 juta.

Metro Residence

Pengembang: PT Mitra Megah Sentosa Alamat: Jalan Raya Bogor KM 49-Sentul Bogor Transportasi: Ke terminal Depok (±3km), ke exit Tol Sirkuit Sentul 5 menit Fasilitas: Play group dan TK, taman bermain Tipe dan harga: Tipe 36 tanah 90m² berkisar Rp412 juta-Rp465 juta. Sedangkan untuk tipe 62 dimulai dari harga Rp562 juta.

Cimanggis, Sawangan, dan Cinere Makin Menjanjikan

Jika BoRR (Bogor outer Ring Road) andalannya Bogor, maka Cijago-lah jagoannya Depok. Tol ini makin mengangkat 3 daerah unggulannya. Depok. Kota yang terletak di antara Jakarta- Bogor ini menjadi kota penyangga Jakarta—yang penduduknya terus bertambah. Meski belum semandiri Bogor, Depok adalah kawasan pertama di pinggiran Jakarta yang muncul sebagai kota mandiri, mendahului Serpong dan Tangerang.

“Tambahkan genset untuk rumah sebagai sumber listrik cadangan yang dapat dipesan murah melalui Distributor Jual Genset Jakarta yang bergaransi resmi dan memberikan potongan harga yang dapat dinegosiasikan.”

Kawasan ini sangat pantas dilirik dan dijadikan tempat tinggal karena letaknya yang tak jauh dari Jakarta. Kota Depok sendiri saat ini sudah melebar ke arah timur menuju Cimanggis, barat sampai ke Sawangan, selatan ke arah Limo dan Cinere. Banyak sekali rumah baru ditawarkan di daerah Cimanggis (sepanjang Jalan raya Bogor), Sawangan (sepanjang Jalan Raya Sawangan), dan Cinere (Jalan Raya Cinere).

Ini menjadi bukti betapa di daerah-daerah inilah terjadi pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang begitu besar. Daerah-daerah ini semakin besar dan menjadi kawasan penting sejak dibangunnya Jalan Tol Cijago yang mulai dioperasikan sejak Januari 2012 silam. Pembangunan Jalan Tol Cijago sepanjang 14,64km terbagi dalam tiga tahap pengerjaan. Tahap I sepanjang 3,7km (sudah dioperasikan); tahap II rute Cimanggis-Kukusan sepanjang 6,4 km, dan tahap III Kukusan Beji – Limo, Cinere, sepanjang 4,94km.

Jika pembangunan seluruh ruas Tol Cijago tuntas, maka ujung pintu tol Cinere akan menjadi titik untuk berintegrasi dengan Jalan Tol CinereSerpong. Inilah yang membuat daerah-daerah yang dilintasi oleh jalan tol Cijago ini menjadi terhubung ke segala tempat. Kelebihan lain terkait kemudahan akses adalah tersedianya angkutan umum 24 jam.

Moda transportasi yang menjadi andalan di sini adalah kereta api dan kendaran (umum dan pribadi). Ada dua stasiun kereta di kawasan ini, yaitu Stasiun Depok Lama dan Depok Baru. Depok tumbuh sejak dipindahnya Universitas Indonesia dari Salemba ke Depok, yang diikuti dengan tumbuhnya sekolah dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi swasta seperti sekolah Cakra Buana, Universitas Gunadarma.

Pusat perbelanjaan membanjiri daerah ini. Dari mulai pasar tradisional sampai ke pasar modern. Beberapa di antaranya adalah Margo City, Depok Town Square, Carefour, Giant, RamayanaRobinson, Cibinong City Mall. Rumah Sakit pun tak kalah banyak, di antaranya RS. Sentra Medika di Cimanggis, RS. Mitra Keluarga di Margonda, RS Bhakti Yudha di Sawangan, dan RSUD Depok di Jl. Raya Mochtar.

RALINE SHAH TIDUR HARGA MATI

RALINE Shah sudah kebal jika ada yang mengeluhkan panjangnya jeda istirahat dia saat syuting. Perempuan 31 tahun ini meluangkan waktu tidur selama 7 jam sebelum bergaya di depan kamera dan istirahat 45 menit untuk pengambilan gambar lebih dari 14 jam. ”Kurang tidur mempengaruhi fokus, mood, dan kondisi kulitku,” kata pemeran Riani dalam film 5 cmitu, Senin pekan lalu.

Raline gampang terlelap. Cukup berbaring dalam kondisi ruang gelap dan tenang, maka…plash! Ia pun segera nyenyak. Untuk syuting ”berat”, Raline biasanya menambah persiapan dengan melakukan pemanasan, olahraga, olah vokal, sampai meditasi. Bahkan ada sutradara yang pernah bersedia memberikan ”break” seharian karena dia tampak lelah. Setelah tubuhnya segar kembali, Raline siap melakukan segala adegan yang diminta sutradara. ”Director mau apa?Jumpalitan, melompat, oke.I’m yours,” ujarnya, lalu tertawa. Wah, balik nantangin,nih

Olympus Stylus SH-2

Net89 – Olympus kembali memperkenalkan produk terbaru mereka. Olympus Stylus SH-2, dilengkapi dengan lensa wide-angle serta optical zoom yang mampu memberikan pembesaran gambar hingga 24x. Tidak hanya itu, kamera ini juga sudah dilengkapi dengan Wi-Fi yang bisa digunakan untuk control jarak jauh serta membagikan gambar ke berbagai smartphone dan tablet.

Olympus Stylus SH-2 ini menggunakan sensor BSI CMOS dengan pixel efektif 16 Megapixel. Dengan ukuran 109x63x42mm ditambah berat yang hanya 271gram, menjadikan kamera ini terlihat sedikit kecil. Dengan gabungan dari sensor 16 Megapixel dan 24x optical zoom, lensa kamera ini mampu menyesuaikan gambar dari posisi wide 25mm hingga telephoto 600mm. Berbicara kualitas, kamera ini dilengkapi dengan fungsi tele-makro yang mampu menghadirkan detail gambar yang menakjubkan dari jarak 40cm

Melihat Cikal Bakal 4G LTE II Bagian 2

Setelah hadirnya teknologi generasi 3.5G, kini teknologi 4G pun telah sampai di dunia. Generasi ini masih memasuki dalam tahap uji coba. Teknologi yang digunakan pada 4G yang mungkin diadaptasi adalah teknologi MIMO-OFDM (Multi Input Multi Output – Orthogonal Frequency Modulation. OFDM merupakan teknik transmisi banyak frekuensi (multicarrier). Di sisi lain MIMO berfungsi untuk membuat kanal paralel independen.

Jumlah antena yang terdapat pada pemancar sebanyak dua buah, sedangkan pada penerima sebanyak 4 buah. MIMO mempunyai kecepatan transfer data hingga 59.52 Mb. Yang termasuk dalam teknologi 4G yaitu UMB (Ultra Mobile Broadband), 3GPP LTE (Long Term Evolution), dan WiMAX (Worldwde Interoperability for Microwave Access).

Melihat Cikal Bakal 4G LTE II

Teknorus.com – Untuk basis GSM, diimplementasikan dalam General Packet Radio Services (GPRS) dan WiDEN. Untuk basis CDMA diimplementasikan dalam CDMA2000 1x. Lambat laun hadirlah teknologi generasi ketiga, yang dikenal dengan 3G pada era 2000-an. Teknologi ini dikembangkan oleh para ahli pelaku bisnis, yang berkompeten di bidang wireless. Generasi 3G mengandalkan teknologi high speed data sehingga layanan data jauh lebih menarik dan jauh lebih cepat.

Baca juga : Gambar Keren

Generasi ini memungkinkan kecepatan transfer data sebesar 144 kbps pada kecepatan user 100 km/jam, mempunyai kecepatan transfer data sebesar 384 kbps pada kecepatan berjalan kaki, dan mempunyai kecepatan transfer data sebesar 2 Mbps pada user diam. Kemampuan dari teknologi 3G mempunyai kecepatan transfer data dari 144 kbps hingga 2 Mbps, sehingga dapat menjalankan layanan data broadband seperti internet, video on demand, music on demand, games on demand, dan beberapa on demand lainnya.

Kelebihan lainnya adalah kualitas suara yang jauh lebih jernih, keamanan terjamin, dapat melakukan video conference dan video streaming. Kelemahannya membutuhkan kontrol daya yang ideal dan belum cukupnya kecepatan data dalam melayani layanan multimedia. Yang termasuk dalam teknologi 3G yaitu EDGE (Enhanced Data Rates for Global Evolution), W-CDMA (Wideband Coded Division Multiple Access), CDMA2000-1x EV/DV, CDMA2000- 1x EV-DO, CDMA2000-1x EV-DO Revisi A, CDMA2000-1x EV-DO Revisi B, CDMA2000-1x EV-DO Revisi C, TD-CDMA (Time Division Code Division Multiple Access), GAN (Generic Access Network), HSPA (High Speed Packet Access), HSPA, FOMA (Freedom of Mobile Multimedia Access), HSOPA (High Speed OFDM Packet Access), dan TD-SCDMA (Time Division Synchronous Code Division Multiple Access).

Muncullah teknologi generasi tiga setengah, yang dikenal 3.5G. Generasi ini merupakan sebagai penyempurnaan dari generasi 3G, terutama peningkatan kecepatan transfer data melebihi dari kecepatan 3G, yakni >2 Mbps. Dengan adanya generasi ini membuat komuniksi multimedia seperti akses internet dan video sharing dapat terlayani. Yang termasuk dalam teknologi 3.5G yaitu HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dan WiBro (Wireless Broadband).